Senin, 13 Mei 2013

SHY

Sungmin mengangguk, “Ne, arraseo.Kyuhyun tersenyum, “Baiklah, sekarang saatnya kita pulang.”Kajjia, kita pulang!!” Sungmin langsung menarik Kyuhyun.“A-aku ba—““Kita naik bis!!” teriak Sungmin lagi memutuskan ucapan Kyuhyun.‘Sepertinya mobilku harus di tinggal di sini’..Di bus....Sungmin masih melihat keluar jendela sedangkan Kyuhyun hanya bisa mengamati wajah Sungmin.“Aku ngantuk~” ucap Sungmin dan langsung menyandarkan kelanya di bahu Kyuhyun.Kyuhyun yang mulanya kaget kini kembali biasa. Dengan posisi seperti ini Kyuhyun dengan leluasa memandangi wajah Sungmin..Halte bus...“Rumahmu dimana?” tanya Sungmin saat dirinya dan Kyuhyun sudah berdiri di halte bus.“Sepertinya aku harus naik bus lagi.” ucap Kyuhyun.“Eh? Masih jauh?” tanya Sungmin.Kyuhyun mengangguk, “Hmm…”Mianhae,” Sungmin tertunduk bersalah.Gwaencaha.” Ucap Kyuhyun.Hening~Mereka kambali diam.“Ehm… Kyuhyun-ah..” panggil Sungmin.“Hmm?” Kyuhyun berdehem.“Bagaimana kalau aku mencintaimu?” tanya Sungmin pelan.“Huh?” Kyuhyun tidak mendegar ucapan Sungmin.Sungmin menjinjitkan badannya dan langsung mencium pipi Kyuhyun, “Saranghae~” Sungmin langsung berlari meninggalkan Kyuhyun yang hanya bisa mematung di tempat.“Dia menciumku….” ucap Kyuhyun tidak percaya.Sepanjang perjalanan pulang, Kyuhyun hanya bisa diam dengan tangan yang menyentuh pipinya, bibir yang terus tersenyum. Bahkan tak jarang orang melihatnya menjadi ngeri...“Aku pulang!” teriak Kyuhyun masuk ke rumah. Sampai di depan ke dua orangtua dan kakaknya, Kyuhyun tersenyum aneh. “Umma, appa, noona, aku di cium~” ucap Kyuhyun dan seketika dia pingsan...Skip time....Seminggu sudah semejak kejadian di halte bus itu, Kyuhyun tidak pernah terlihat ke sekolah dan itu membuat Sungmin khawatir.Waeyo?” tanya Eunhyuk saat melihat Sungmin murung.“Aku khawatir dengan Kyuhyun. Sejak aku menembaknya dia langsung tidak kelihatan di sekolah. apa dia menolahku?”Bletak..Pukulan telak mengenai kepala Sungmin. “Aw.. appo…” rintih Sungmin.“Itu salahmu. Kenapa setelah menembaknya kau malah kabur ga jelas,”“Ck… iya sih… baiklah, nanti aku akan ke rumahnya.”..Di rumah Kyuhyun....Tok.. tok… tok…“Kyuhyun-ah, temanmu ada yang datang.” Ucap ummanya di balik pintu.Kyuhyun yang sedang asik bermain PS3nya itu hanya mengacuhkannya sana.“Siapa?” tanya Kyuhyun malas.“Sungmin, Lee Sungmin, katanya.”DEG…‘GAME OVER’Seketika pula tulisan Game Over terpampang jelas si layar televisi itu. dengan sigap, Kyuhyun mematikkan televisi dan gamenya dan sebagai sentuhan terakhir dia berpura-pura sakit.Aku harus bagaimana ini di dekat Sungmin? pikir Kyuhyun panik.Cklek..Pintu itu terbuka. “Kyuhyun ada di dalam,” ucap umma Kyuhyun.Sungmin mengangguk sopan. Pintu itu tertutupkembali dan meninggalkan Kyuhyun dan Sungmin berdua. Kyuhyun masih bersembunyi di balik selimut. Sedangkn Sungmin bingung harus bagaimana bersikap.“Ehm, Kyuhyun-ah, apa kau masih sakit?”tanya Sungmin dan berjalan mendekat.Sungmin menaruh jinjingannya di meja nakas Kyuhyun.Sungmin duduk di tepi ranjang Kyuhyun dengan Kyuhyun yang masih tertutup selimut.“Apa sakitmu parah hingga membuatmu tidak sekolah selama seminggu?” tanya Sungmin dengan gundukkan di balik selimut itu.“…” tidak ada jawaban dari Kyuhyun.Mianhae,” ucap Sungmin lirih.“…” masih diam , Kyuhyun masih diam di balik selimut itu.“Hiks…. ka-kalau kau sakit karena aku.. mianhae.. aku.. hiks… aku akan berhenti hiks… mencintaimu kalau begitu…” ucap Sungmin di tengah isakkannya.ANDWAE!!!” Kyuhyun keluar dari dalam gundukkan dan langsung berteriak.Sungmin yang terkejut hanya bisa mengerjapkan matanya.“Kau harus tetap mencintaiku. HARUS!”“Kalau aku harus mencintaimu kenapa kau menghilang seminggu ini semenjak aku menyatakan perasaanku?” tanya Sungmin dengan sesekali tangannya menghapus air matanya.Kyuhyun dengan gugup memeluk Sungmin. “Sebenarnya aku menghilang seminggu ini karena memang aku sakit. Entah mengapa sejak kau mencium pipi ku aku langsung sakit. Jantungku berdetak lebih cepat kalau aku mengingatnya.”Sungmin tersenyum, “Jeongmal?Kyuhyun mengangguk sebagai jawabanya. Sungmin dengan cepat melepas pelukkan itu, “Jadi kalau aku menci—“ sungmin hendak mencium Kyuhyun.“Jangan menciumku dulu!” pekik Kyuhyun.Sungmin tidak jadi mencium Kyuhyun, “Waeyo?”“Nanti aku sakit lagi, sakit karena terlalu senang mendapat ciuman darimu.” Ucap Kyuhyun tanpa sdar.Sungmin memiringkan kepalanya bingung, sedetik kemudian dia tertawa, “Hahahahaha… jadi karena itu… hahahaha… arraseo arraseo..”“Diam, Ming,”“Hahahah, kau ini ada-ada aja.., hahaha… kalau mencium pipimu saja kau sudah sakit,  bagaimana kalau lebih hahaha..” Sungmin masih menertawai Kyuhyun“Ka-kalau le-lebih tidak akan.” Ucap Kyuhyun sambil memalingkan wajahnya.Jinjja?” tanya Sungmin tidak percaya.Kyuhyun mengangguk. “Kyuhyunie~” panggil Sungmin manja.Kyuhyun menenggok dan CUP~Sungmin mencium bibir Kyuhyun. Tepat di bibirnya. Sungmin melumat bibir bawah Kyuhyun sedangkah Kyuhyun hanya pasif dan dia terlalu tegang.Kyuhyun hendak membalas tapi Sungmin lngsung menjauh.“Wah, rupanya kau benar!! Kalau lebih tidak akan sakit.”Padahal Kyuhyun sekarang ini rasanya ingin pingsan dan wajah memerah.Drrttt…Sungmin membaca pesan singkat, “Kyuhyun-ah, aku harus pulang, annyeong…”Sungmin pamit , “Saranghae~” ucap Sungmin sebelum keluar dari kamar Kyuhyun.Na-nado, saranghae~BLAM..Pintu itu tertutup. Kyuhyun menyentuh permukaan bibirnya. “Dia menciumku di bibir. DI BIBIR!!” perkiknya girang. Kyuhyun loncat-loncat ga jelas.Umma Kyuhyun masuk dengan membawa nampan, “Lho, mana temanmu itu?” tanya umma Kyuhyun.Kyuhyun berhenti meloncat-loncat ria. “Umma!!” pekiknya senang dan langsung menghampiri ummanya. “Umma, jantungku umma. Jantungku berdetak sangat cepat dan sepertinya aku akan sakit lagi, umma. Umma, bibibrku,….”BRUG…..Kyuhyun pingsan karena terlalu sedang. Sedangkan ummanya hanya sweatdrop dan berkata, “Kenapa anak ini?”..FIN

Tidak ada komentar:

Posting Komentar